All 'bout Metal Music 'n Life

Subgenre METALCORE


Seperti tulisan sebelumnya yang membahas tentang Metalcore, kali ini Saya akan coba bahas tentang subgenre yang ada di bawah Metalcore.

Ada beberapa subgenre yang terdapat dalam Metalcore

01. Melodic Metalcore

Pada tahun 1990, gelombang ketiga dari band-band beraliran Metalcore mulai muncul, yang memainkan musik mereka dengan penekanan lebih signifikan kepada melodi. Band-band ini lebih cenderung menggabungkan Melodic Death Metal, Hardcore Punk dan kadang-kadang Emo. Band-band yang menganut aliran Melodic Metalcore ini antara lain All That Remains, Atreyu, Bullet For My Vallentine, Darkest Hour, Eighteen Vision, Killswitch Engage dan Poison The Well. Band-band inilah yang mempunyai pengaruh besar dalam genre ini, isyarat, dan gaya menulis lagu dari band-band Melodic Death Metal dari Swedia, terutama band seperti At The Gates, Arch Enemy, In Flames dan Soilwork. Melodic Metalcore sering menggunakan vokal yang “Clean“. Melodic Metalcore juga sering disamakan dengan Metal tahun 80-an yang sering menggunakan asap yang banyak di panggung mereka, solo gitar yang ganas dan tiga bass drum.

02. Mathcore

Mathcore yang juga di kenal sebagai Math Metal adalah sebuah irama yang komplex dan gaya yang berlawanan dengan Metalcore. Akar term ini muncul dari band-band seperti Converge, Botch, dan Dillinger Escape Plan. Istilah Mathcore ini diambil dari persamaan dengan Mathrock. Kedua aliran ini menggunakan Time Signatures yang tidak lazim. Kebanyakan time signatures ini dipakai dengan pukulan 3/4 atau 8/9. Band-band Mathrock seperti Slint, Don Caballero, Shellac, dan Drive Like Jehu mempunyai pengaruh kuat terhadap tumbuhnya Mathcore. Walaupun sebenarnya Mathcore lebih terkait erat dengan MetalcoreBand-band Mathcore terkemuka lebih dikaitkan dengan genre Grindcore.

Band pertama yang memakai Mathcore adalah Black Flag pada tahun 1984 dengan albumnya My War. Banyak band dari Mathcore memberikan tribut kepada Black Flag dengan album kompilasi Black On Black. Pada tahun 1990-an band-band yang menganut aliran Mathcore ini dikelompokkan kedalam satu kelompok yang disebut dengan Noisecore. Menurut Kevin Stewart Panko dari band Terrorizer band-band seperti Neurosis, Deadguy, Cave In, Today Is The Day, The Dillinger Escape Plan, Converge, Coalesce, Candiria, dan Botch masuk kedalam kelompok Noisecore ini. Dia juga menggambarkan sound dari band-band tersebut dengan dinamis, kekerasan, tanpa cord yang jelas, teknikal, brutal, off kilter, penggabungan metal yang tak beraturan, hardcore, progressive, math rock, grind dan Jazz. Istilah Mathcore ini sebenarnya lebih banyak di gunakan oleh para jurnalis daripada musisi.

03. Deathcore

Deathcore adalah penggabungan dua atau lebih genre musik yang menggabungkan elemen Death Metal dengan elemen Metalcore atau Hardcore Punk, atau bahkan keduanya. Tergambar dengan jelas bahwa genre ini memakai riff-riff Death Metal, beat drum yang menggelegar, dan penggunaan breakdown seperti yang ada di hardcore Punk. Deathcore sendiri lebih terkenal datang dari tanah Amerika Serikat, terutama dari Arizona dan Coachela Valley. Yang merupakan kampung halaman dari band-band bergenre ini dan karena banyaknya festival Deathcore yang di adakan disana.

Karakter vokal biasanya bersamaan antara Growl dan Scream, penggunaan vokal yang Clean sangat jarang, hanya untuk beberapa lagu saja yang mungkin memang menuntut vokal yang clean. Band-band yang mengusung Deathcore ini juga punya kesamaan dalam hal riff-riff gitar, solo gitar dan beat drum yang garang dengan band-band yang menganut Metalcore. Seperti hal nya band yang beraliran Extreme Metal lainnya, para gitaris di genre Deathcore ini menyetel gitar nya dengan nada turun, kebanyakan di Drop-B atau drop A.

Banyak perdebatan di forum maupun di sosial media tentang genre musik. Apa kah itu genre atau hanya Term (istilah) saja. Terlepas dari itu semua band atau artis yang ada di planet ini hanya mencoba memberikan sesuatu yang unik kepada kita para pecinta musik metal. Para jurnalislah yang kebanyakan memberikan istilah atau genre itu kepada band atau artis yang bersangkutan dengan tujuan agar kita para pecinta musik tidak kebingungan, walaupun dengan banyaknya istilah yang ada kita malah jadi tambah bingung.

Well…. Keep Metal spirit alive!!!

Itu saja Saya pikir sudah cukup. \m/

One response

  1. My husband and i ended up being really thrilled that Ervin managed to finish off his analysis through the entire precious recommendations he got from your very own blog. It is now and again perplexing to just happen to be freely giving information which usually other folks might have been trying to sell. And we all fully understand we have the blog owner to thank for that. The type of explanations you made, the straightforward web site navigation, the relationships you will give support to instill – it is mostly superb, and it is facilitating our son and us believe that this subject matter is interesting, and that’s exceptionally pressing. Many thanks for the whole thing!

    28 Juli 2012 pukul 17:27