All 'bout Metal Music 'n Life

Soundgarden – Tentang Tour


Personel Soundgarden termasuk yang tak pernah puas. Meski album Badmotorfinger mencuat, dan Superunknown makin menunjukkan kelasnya, tetapi semangat untuk melakukan perbaikan gak pernah pudar. Perhatian mereka terutama di pusatkan pada eksplorasi gitar, yang memang telah menjadi ciri khas Seattle Sound.

Penjualan Superunknown saja, terjual 160.000 keping pada minggu pertama. Sudah tentu angka tersebut mengalami peningkatan dan kelipatan dari waktu ke waktu.”Jika Soundgarden ingin menembus pasar dunia, album inilah yang paling tepat di jadikan senjata.” tulis majalah Rolling Stone.

Kabarnya, sejumlah pemancar radio terkemuka di seantero Amrik pernah menerima lebih dari 100 ribu penelpon, yang bertanya ini itu soal album gres Soundgarden. Para penyiarnya seolah dipaksa untuk memutar lagu-lagu Soundgarden berulang-ulang. Jim Guerinot, senior Vice President perusahaan rekaman A&M, menanggapi hal ini sebagai sesuatu yang wajar.

“Karena telah banyak perubahan yang terjadi pada Soundgarden tiga empat tahun terakhir,” kata Jim. Untuk mengkatrol tingkat penjualan, Soundgarden pun merancang sebuah tur panjang menembus berbagai pelosok dunia. Pada pertengahan Januari 1994, misalnya, tak kurang dari empat benua mereka kunjungi. Antara lain Australia. Disini mereka muncul di 5 kota: Gold Coast, Melbourne, Sydney, Adeleide, dan Perth. Dari situ perjalanan di teruskan ke Selandia baru. Setelah itu baru giliran Asia di gempur. Sayang, Indonesia terlewatkan begitu saja.

Penjelajahan mereka di Asia berhenti di empat kota di Jepang, Yaitu Kawasaki, Tokyo, Osaka dan Nagoya. Dari situ, mereka menyeberang ke Kanada, sebelum kembali ke Amrik. Sukses? tentu saja. Dan Al Cafaro, presiden perekam A&M jelas girang. “Soundgarden memang mengolah musiknya dengan cara luar biasa.” ungkap Cafaro mengomentari.

Dalam rangkaian tur tersebut Soundgarden sempat menjadi band pembuka pada konser Guns ‘n Roses di Hungaria, Praha dan Ceko Slovakia. inilah komentar Kim Thayil: “Sangat menyenangkan dan enak di nikmati. Di sit kamu bisa melihat pengoperasian mekanik yang maha rumit, terkoordinir dengan baik oleh para kru, sehingga menciptakan tontonan yang mempesona.”

Tapi bukan berarti Soundgarden gak pernah di hadang persoalan. Konsernya yang berlangsung pada 10 April 1994, mungkin yang terburuk selama karir panggung mereka. Dua hari sebelumnya, awan murung tengah menyungkup Seattle. Para pemusik di kota itu di guncang oleh kematian Kurt Cobain. Kurt memang personel Nirvana. Namun kepergiannya tetap saja menjadi masalah besar bagi Chris Cornell dan kawan-kawan, yang ketika itu tengah berlatih keras. Untuk membatalkan konser jelas tidak mungkin, karena sudah teken kontrak. Jalan satu-satunya adalah menyongsong segala yang akan terjadi pada konser mereka.

Benar saja, ketika mengawali penampilan mereka dengan lagu Jesus Christ Poses, Ben shepard nampak grogi mencabik elektrik Bass nya. Kim Thayil juga gak konsen memainkan gitarnya, Chris Cornell, yang rambutnya baru saja di potong cepak, malah kayak orang baru naik panggung. Hanya Matt Cameron saja yang kelihatan tak gentar.

“Ku pikir kami selalu mencitakan yang terbaik. Kami selalu berusaha kompak dalam grup musik ini. dan selalu saja ada kekuatan dan energi yang mendorong kami.” Pokoknya secara keseluruhan konser mereka amburadul! Apaboleh buat, niat semula ingin menjadikan konser ini penghormatan buat sang sahabat, malah menjadi bumerang. Sekarang tentu saja semangat mereka telah pulih kembali.

“Aku hanya berharap kami selalu bersama seterusnya. Kami selalu mencari kebaikan bersama. Bila kami menulis lirik pun harus kami hadapi dengan senang hati. Soundgarden sudah merupakan bagian dari hidup,” kata Chris Cornell. Dan jika mereka harus berterima kasih, maka orang pertama yang harus di beri selamat adalah Susan Silver, menejer Soundgarden yang tak lain adalah istri Chris Cornell. Melalui penanganan Susan lah, Soundgarden tumbuh menjadi salah satu raksasa Grunge dari Seattle.

Iklan

14 responses

  1. Ping-balik: credit card processing sales

  2. Ping-balik: stainless steel refrigerator reviews

  3. Ping-balik: self publish lulu

  4. Ping-balik: immigration lawyer arizona

  5. Ping-balik: millitary communications tower

  6. Ping-balik: searscard.com

  7. Ping-balik: VPS

  8. Ping-balik: Chase Online Login

  9. Ping-balik: Suchmaschinenoptimierung

  10. Ping-balik: webdesign seo

  11. Ping-balik: Online Marketing

  12. Ping-balik: Webseitenanalyse

  13. Ping-balik: online shop suchmaschinenoptimierung

  14. Ping-balik: internet marketing