All 'bout Metal Music 'n Life

DAVE GROHL – Sikap netral di Nirvana membuatnya aman


Berbeda dengan Kurt Cobain dan Chris Novoselic, ia masih leluasa bergerak kemana suka. Tapi kemungkinan di sepak dari formasi Nirvana, masih sering menghantui pikirannya. Anggota paling baru dan paling muda di Nirvana adalah Dave Grohl. Dia baru bergabung akhir tahun 1990. Tapi diantara semua drummer yang pernah ikutan Nirvana, dia lah yang di anggap paling pas. Meski bukan berarti dia pengen selamanya main di grup ini. Pokoknya seumur hidup dia tidak mau di kenang cuma sebagai mantan drummernya Nirvana. Dan ironisnya ada kemungkinan harapannya itu bakal terwujud,dengan cara yang tragis.
Dave terkenal punya watak gampangan. Dia tidak terlalu pusing dengan kesuksesan grupnya, tapi juga nggak takabur. Dia punya teori sendiri kenapa Nevermind begitu laris.
“Waktu itu sedang ada kekosongan dalam musik rock. Kalu kita lihat di top 10 setahun sebelum Nevermind, di sana jarang ada rock-nya, kecuali heavy metal jelek yang gak di pahami orang-orang. Waktu musik kami keluar, ada anak -anak jalanan yang melihat anak jalanan lain lagi main musik seolah lagi kesel. Saya rasa banyak orang yang merasakan hal yang sama. Selain itu, lagu-lagunya bagus. Kurt punya suara keren. Lagu-lagunya pun murah di ingat seperti lagu anak-anak.”
DAVID ERIC GROHL lahir di Warren, Ohio, tanggal 14 Januari 1969. Dia punya satu kakak cewek bernama Lisa. Keluarga ini pindah ke Springfield, Virginia, waktu Dave berumur tiga tahun. Tiga tahun kemudian, kedua orang tuanya, James dan Virginia bercerai. Taapi kejadian ini tidak terlalu mempengaruhi Dave karena ia masih kecil. Kedua bersaudara itu kemudian di besakan oleh Virginia. Dave jadi sangat mengagumi Ibunya, “dai wanita paling hebat di dunia”, pujinya. Dia baik, kuat, pintar ,lucu, pokoknya paling-paling deh”.
Dave pernah ikut teater secara profesional waktu masih anak-anak. Tapi musik lebih menarik hatinya. Dia belajar gitar umur 12 tahun, ikut band-band lokal memainkan lagu-lagunya Rolling Stones dan The Beatles. Sedang punk rock baru di kenalya pada usia 13 tahun. Ceritanya, pada musim panas 1982, Dave dan Lisa berlibur ke rumah sepupu mereka Tracy. Ternyata Tracy ini adalah fans punk berat. Selama kunjungan itu, Dave dan Lisa di ajak menonoton pertunjukan berbagai grup punk. Jadilah, pada saat pulang kerumah mereka sudah ketularan.
Dave merasa sangat cocok dengan punk. Pertama, dia memang senang jadi berandal, jadi imej punk pas baginya. Kedua, Dave adalah anak yang hiperaktif, sehinggan musik punk yang agresif merupakan sarana yang baik baginya untuk manyalurkan energi nya.
Meskipun gila musik dan suka teler, Dave lumayan populer di sekolah. Dia sempat terpilih jadi wakil ketua angkatan waktu kelas satu di SMA nya, Thomas Jefferson High, dan dipercayakan untuk membacakan pengumuman harian di interkom sekolahnya. Biasanya sebelum siaran dia memasang lagu-lagu Cyrcle Jerk atau Bad Brain. Tapi kemudian, karena obat-obatan mualai mempengaruhi nilainya, dia di pindah kan ke Bishop Ireton, sebuah sekolah Katolik.
Saat duduk di bangku SMA, didirikannya sebuah band punk, Frreak Baby. Semula dia main gitar, tapi kemudian pindah ke drum. Alasannya sangat sederhana, karena drummernya mainnya jelek banget. Dave jadi sering main tabuh-tabuhan setelah mereka selesai latihan. Di rumah dia belajar main mengikuti grup-grup hard core. Freak Baby sempat berganti nama menjadi Missio Impossible, dan kemudian Fast, sebelum akhirnya bubar tahun 1986. Sesudah ini Dave mauk Dain Bramage.
Tapi grup yang sangat di kaguminya adalah Scream, sebuah grup hard core asal Washington DC. Maka waktu dia melihat ikaln bahwa scream sedang mencari Drummer, dai langsung ikut audisi. Diterima, walau saat itu umurnya baru 16 tahun (tapi mengaku 19). Pengagun John Bonham-nya Led Zepelin ini pun akhirnya meninggalkan sekoah na demi musik. Setahun kemudian. Meski gak menyesal dengan keputusannya ini, dia toh tetap kepengan bisa kuliah suatu saat nanti.
Dave kemudian ikut tur Scream selama dua buan. Pengalaman ini sangat mengesankan baginya. Dia jadi bisa melihat negerinya, dan belajar hidup dengan tujuh dollar sehari.
Tahun 1990, Scream sempat main dengan The Mevins di San Fransisco, Dave berkenalan dengan anggotanya. Malalui Melvis-lah Dave berkanalan dengan Nirvana, ketika yang belakangan tiu sedang melakukan tur dengan Sonic Youth.
Saat pertama kali bertemu Dave menganggap aneh Kurt dan Chris- yang satu mojok terus sedang yang lain justru gak bisa diam. Padahal semula dia menduga bahwa anggota Nirvana berbadan gede dan doyan memakai flanel. Ini kalau melihat sampul Bleach. Jauh banget dari yang dia bayangkan deh, pokoknya. Waktu pertama kali menonton Nirvana pun Dave tidak begitu berkesan, Karena lebih memperhatikan aksi The Melvins. Sebalikmya, kurt dan Chris yang menonton aksi Scream malah terkagum-kagum dan pengen mengajak Dave bergabung.
Dave sempat merekam tiga album dengan Scream sebelum band itu bubar pada bulan Semptember 1990. Penyebabnya sepele. Basis nya Skeeter sedang ada masalah dengan ceweknya dan tiba-tiba balik ke DC, meninggalkan Scream yang saat itu sedang tur. Dave yang sedang terdampar di LA dengan tanpa uang sepeserpun menelepon Buzz Osborne minta bantuan. Buzz ingat bahwa Kurt dan Chris mwngagumi permainan Dave, sehingga ia pun menyuruhnya menelepon Nirvana. Akhirnya, Dave terbang ke Seattle membawa perangkat drum nya.
Tahu gak, pertemuan pertama nya dengan Kurt dan Chris jauh dari lancar. Ngomong aja gak pernah nyambung. Baru setelah dua hari kemudian, saat audisi, barulah kedua cowok itu sadar bahwa Dave adalah orang yang di cari-cari selama ini.
Dave tinggal bersama Chris dan Shelli selama sebulan di Tacoma. Sebelum akhirnya pindah ke apartemen Kurt di Olympia. Itu pun jarang banget ngomong satu sama lain. Paling-paling cuma “kamu lapar?”, lalu di jawab “iya”. Maklum, Kurt kan pada dasarnya bukan orang yang supel. Ditambah lagi, dia sedang murung karena baru putus denganpacarnya, Tobi.
Main cuek-cuekan ini berlangsung selama berblan bulan. sampai suatu malam sepulang dari latihan dia bilang ke Dave “Eh, saya gak selalu kayak gini kok. Waktu itu saya bilang, oh, bagus deh.” kenang Dave. Padahal dalam hati dia bilang “emang gue pikirin”.
Dave memang drummer terbaik yang pernah di miliki Nirvana. Pukulannya punya power luar biasa. Dan yang lebih hebat lagi, pola pukulannya sangat bervariasi. Di Nevermind misalnya, hampir semua lagu dapat dikenali hanya dari mendengar bagian drumnya. Disamping itu Dave juga bisa bernyanyi, ini sangat membantu Nirvana mengembangkan aransemen vokal.
Dave adalah anggota Nirvana yang paling gak menonjol. Bisa di maklumi. Soalnya, selain karena “cuma” main drum, dia juga bisa di bilang anak baru. Dan meski langsung merasa cocok dengan grup ini, dia butuh waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri. Kurt dan Chris kan sudah berteman sejak lama banget. Di samping itu, mereka berdua kan bukan tipe orang yang terbuka dan bisa di ajak ngomong soal apa aja. “Chris dan Kurt gak seperti orang-orang yang saya temui sebelumnya”, kata Dave. “Mereka sulit di pahami, dan sulit di akrabi. Kan ada orang yang bisa langsung kita ajak berteman dan ngobrol, Tapi kalau bersama Chris dan Kurt saya selalu merasa lain sendiri<“, kata Dave.
Meski sudah tiga tahun lebih bergabung dengan Nirvana, Dave masih sering di landa tidak percaya diri. Memang sih dia yakin dia lah orang yang paling cocok untuk grup ini. Tapi dia kan Drummer ke enam nya Nirvana. Wajar kalau merasa takut kalau sewaktu waktu bakal di depak juga. Dan ini semakin dipersulit karena Krt dan Chris termasuk pelit denganpujian. Kurt sendiri sempat menyadari hal ini.
“Saya sering kuatir sama Dave,” katana. “Dia masih merasa sewaktu waktu masih bisa di gantikan. Dia msih merasa belum lulus audisi. Nggak ngerti deh saya. Mungkin Dave itu tipe orang yang kadan-kadang perlu di yakinkan.”
TApi buan berarti Dave tidak menikmati posisinya. Meski grupnya sudah terkenal di seantero jagat, dia masih bisa menjalani kehidupan normal. Sebagai anggota Nirvana yang paling jarang di kenali orang, dia masih bisa bebas keluyuran tanpa jadi pusat perhatian. Bisa nonton pertunjukan dengan tenagn, tanpa di ganggu. Sesuatu yang tidak bisa di lakukan Kuert. Dan lagi dia bisa menghindari wawancara, satu hal yang memang tidak di sukainya.
“Adalah satu anugrah bisa main di grup ini, dan mengerjakan semua yang sudah kami kerjakan, tanpa perlu membayar mahal seperti orang-orang lain, “katanya. “Saya bangga punya kehidupan paling sederhana di antara kami bretiga, karena saya toh gak banyak ngapa ngapain selain seneng-seneng”.
Selain itu, Dave juga menghindari pertengkaran sesama anggota. Waktu hubungan Kurt dan Chris renggang karena masalah kecanduan Kurt, Dave memilih bersikap netral. Pasalnya, dia sendiri belum mersa begitu akrab denga Kurt, sehingga enggan ikut campur. Begitulah posisi Dave, selalu berada di tengah-tengah. Dan ini menguntungkan dirinya.

Iklan

11 responses

  1. Ping-balik: 2 player games for kindle fire

  2. Ping-balik: work at home assembly jobs forums

  3. Ping-balik: payment gateway in india

  4. Ping-balik: self publishing companies in south africa

  5. Ping-balik: Scrapebox VPS Server

  6. Ping-balik: VPS Server

  7. Ping-balik: chaseonlinelogon

  8. Ping-balik: Suchmaschinenoptimierung

  9. Ping-balik: SEO

  10. Ping-balik: suchmaschinenoptimierung seo

  11. Ping-balik: homepage suchmaschinenoptimierung